Monday, July 9, 2018

Bein Sport 3

MotoGp

Bein Sport 2

MotoGp

Saturday, July 7, 2018

Bein Sport 1

MotoGp

Digi sport 1

NET TV

MotoGp

Monday, June 6, 2016

Niat Sahur atau Doa Sahur untuk Puasa di Bulan Suci Ramadhan 1437 H 2016 M

Niat sahur atau doa sahur untuk berpuasa di Bulan suci Ramadhan senantiasa dilakukan agar ibadah puasa yang Insya Allah akan kita laksanakan di bulan suci Ramadhan mendapatkan berkah dari Allah SWT. Berbicara mengenai niat sahur atau doa sahur untuk menjalakan ibadah puasa, bisa menggunakan berbagai macam bahasa yang dimengerti dan tentunya di pahami maknanya.

Niat Sahur atau Doa Sahur

Kali ini penulis akan berbagi kepada sahabat mengenai niat sahur atau doa sahur apabila hendak sahur sebagai sunnah sebelum menjalankan ibadah puasa di hari esok. Niat atau doa yang akan penulis bagikan yaitu dalam bahasa arab yang mungin telah umum diketahui oleh sebagaian besar umat Isla yang telah berkewajiban menjalankan ibadah puasa di Bulan suci Ramadhan.

Berikut Niat Sahur atau Doa sahur untuk beruasa di Bulan suci Ramadhan

Niat sebelum makan sahur atau doa sahur:

نـَوَيْتُ صَوْمَ غـَدٍ عَـنْ ا َدَاءِ فـَرْضِ شـَهْرِ رَمـَضَانَ هـَذِهِ السَّـنـَةِ لِلـّهِ تـَعَالىَ

Dibaca :

Nawaitu shauma gadhin ‘an adaai fardhu syahri ramadhaan haadzihis sanati lillahi ta’aalaa.

Artinya:

"Dengan nama Allah yg maha Pengasih maha Penyayang saya berniat berpuasa sehari penuh besok dalam bulan ini bulan Ramadhan, karena Engkau ya Allah".

Tips Sahur yang tepat dan benar - Niat Sahur

Selain niat sahur atau doa sahur di atas, berikut ini juga akan sedikit dibahas mengenai bagaimana cara agar sahur kita bisa menjadi penunjang lancaranya puasa di hari esok.

1. Niat sahur untuk berpuasa di esok hari karena Allah semata

Niat sahur merupakan awal yang baik sebelum menyantap makanan sahur sehingga tujuan dari sahur jelas, dan insya Allah akan berkah di mata Allah SWT.

2. Makan dengan porsi normal

Jangan makan sahur dengan porsi yang lebih banyak dari porsi makan Anda biasanya makan. Karena jika lebih banyak itu justru akan membuat perut Anda kekenyangan dan merasa tidak nyaman.

Selain itu, makanan yang masuk ke tubuh dalam jumlah yang berlebihan bisa menyebabkan tubuh Anda lebih cepat mengalami dehidrasi. Namun demikian, makan dengan porsi yang terlalu sedikit juga tidak baik, karena bisa mengurangi energi dalam tubuh dan menyebabkan tubuh menjadi lebih cepat lemas.

3. Makan makanan berkarbohidrat kompleks

Saat sahur, perbanyaklah untuk mengonsumsi makanan yang banyak mengandung karbohidrat kompleks seperti nasi merah, gandum utuh, roti gandum, biji-bijian, serta buah dan sayuran. Oleh tubuh, karbohidrat kompleks akan dicerna lebih lama sehingga mampu menghasilkan cadangan energi yang lama serta memperlambat sistem pencernaan, dengan demikian perut Anda pun akan merasa kenyang lebih lama.

Selain itu, karbohidrat kompleks juga bisa mencegah dehidrasi karena fungsinya yang mampu membantu tubuh menyerap air lebih efisien.

4. Jangan terburu-buru

Mengunyah makanan terlalu cepat akan membuat kadar gula dalam darah terganggu, sehingga beberapa jam saja setelah sahur perut Anda sudah akan merasa lapar. Tubuh akan bekerja lebih keras untuk menyerap nutrisi makanan pada saat kita makan terlalu cepat. Akibatnya, proses penyerapan nutrisi oleh tubuh kurang sempurna sehingga Anda pun akan cepat merasa lemas.

5. Minum cukup air putih

Saat sahur, banyak-banyaklah minum air putih. Daripada teh atau minuman manis lainnya, air putih jauh lebih baik. Meski minuman manis lebih cepat menghasilkan tambahan energi, namun energi yang dihasilkan juga lebih cepat hilang sehingga tubuh Anda akan lebih mudah menjadi lemas.

Minum-minuman manis lebih disarankan untuk dikonsumsi ketika buka puasa, karena untuk menggantikan energi yang hilang dalam waktu yang cepat. Selain itu, konsumsilah buah dan sayur yang mengandung banyak air seperti semangka dan timun. Jangan minum kopi dan teh secara berlebihan karena minuman tersebut bisa menyebabkan tubuh kekurangan cairan.

Nach cukup sampai di sini untuk pembahasan mengenai niat sahur atau doa sahur untuk berpuasa di bulan suci Ramadhan, semoga bermanfaat bagi kita semua. Marhaban ya Ramadhan.


Sumber : http://www.belajarbagus.com/2015/06/niat-sahur.html?m=1#

Monday, March 28, 2016

"Tangan kanan memberi, Tangan kiri tidak mengetahui "

"bersedekah dengan tangan kanannya namun tangan kirinya tidak mengetahuinya"

Rosulullah SAW bersabda: ”Tatkala Allah menciptakan bumi, bumi tersebut bergoyang-goyang, maka Allah pun menciptakan gunung-gunung kalau Allah lemparkan gunung-gunung tersebut di atas bumi maka tenanglah bumi. Maka para malaikatpun terkagum-kagum dengan penciptaan gunung, mereka berkata, ”Wahai Tuhan kami, apakah ada dari makhluk Mu yang lebih kuat dari gunung?” Allah berkata, “Ada yaitu besi”.

Lalu mereka bertanya (lagi),
”Wahai Tuhan kami, apakah ada dari makhlukMu yang lebih kuat dari besi?”, Allah menjawab, ”Ada yaitu api.”,

mereka bertanya (lagi), ”Wahai Tuhan kami, apakah ada makhluk Mu yang lebih kuat dari pada api?”, Allah menjawab, ”Ada yaitu air”,

mereka bertanya (lagi), ”Wahai Tuhan kami, apakah ada makhlukMu yang lebih kuat dari pada air?”, Allah menjawab, ”Ada yaitu air”

mereka bertanya (lagi), ”Wahai Tuhan kami, apakah ada makhlukMu yang lebih kuat dari pada air?”, Allah menjawab, ”Ada yaitu angin”

mereka bertanya (lagi), ”Wahai Tuhan kami, apakah ada makhlukMu yang lebih kuat dari pada angin?”, Allah menjawab, ”Ada yaitu seorang anak Adam yang bersedekah dengan tangan kanannya lalu dia sembunyikan agar tidak diketahui tangan kirinya”.

Diriwayatkan oleh Imam Ahamad dalam Musnadnya 3/124 dari hadits Anas bin Malik. Berkata Ibnu Hajar, ”Dari hadits Anas dengan sanad yang hasan marfu’” (Al-Fath 2/191).

Sungguh benar orang yang berkata, “Jangan heran kalau engkau melihat seorang yang bisa jalan di atas air, karena syaitan juga bisa berjalan di atas air. Janganlah heran kalau engkau melihat seorang yang berjalan terbang diudara, karena syaitan juga bisa terbang di udara. Tapi heranlah engkau jika engkau melihat seorang yang bersedekah dengan tangan kanannya namun tangan kirinya tidak mengetahuinya, karena syaitan tidak bersedekah (apalagi dengan ikhlas)

(Untaian kalimat ini, penulis tidak mengetahui siapa yang mengucapkannya. Namun penulis pernah mendengarnya dari seorang petugas penjaga mushola dikapal laut, tatkala menyampaikan nasehat pada awak penumpang kapal. Mungkin saja dialah yang mengucapkan perkataan ini pertama kali. Namun bagaimanapun perkataan ini benar maknanya jika ditinjau dari kacamata syar’i, Wallahu A’lam).

Ingat perkataan Ibnul Qoyyim, “Tidaklah akan berkumpul keikhlasan dalam hati bersama rasa senang untuk dipuji dan disanjung dan keinginan untuk memperoleh apa yang ada pada manusia kecuali sebagaimana terkumpulnya air dan api…” (Fawaid Al-Fawaid, Ibnul Qoyyim, tahqiq Syaikh Ali Hasan, hal 423). Wahai Dzat yang membolak-balikan hati-hati (manusia) tetapkanlah hatiku di atas agamaMu

Allah berfirman, yang artinya:
“Jika kalian menampakkan sedekah kalian maka itu adalah baik sekali. Dan jika kalian menyembunyikannya dan kalian berikan kepada orang-orang fakir maka menyembunyikanya itu lebih baik bagi kalian. Dan Allah akan menghapuskan dari kalian sebagian kesalahan-kesalahan kalian, dan Allah maha mengetahui apa yang kalian kerjakan” (QS. Al-Baqoroh: 271).

( TAFSIR )

Berkata Ibnu Kasir dalam Tafsirnya, ”Asalnya isror (amalan secara tersembunyi tanpa diketahui orang lain) adalah lebih afdol dengan dalil ayat ini dan hadits dalam shohihain (Bukhori dan Muslim) dari Abu Huroiroh, beliau berkata: “Berkata Rasulullah : ”Tujuh golongan yang berada dibawah naungan Allah pada hari dimana tidak ada naungan kecuali naungan Allah, Imam yang adil, dan seorang yang bersedekah lalu dia menyembunyikannya hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya” Diriwayatkan oleh Al-Bukhori (1423) dan Muslim (2377). Berkata Imam Nawawi: ”Berkata para Ulama bahwanya penyebutan tangan kanan dan kiri menunjukan kesungguhan dan sangat dismbunyikannya serta tidak diketuhinya sedekah. Perumpamaan dengan kedua tangan tersebut karena dekatnya tangan kanan dengan tangan kiri, dan tangan kanan selalu menyertai tangan kiri. Dan maknanya adalah seandainya tangan kiri itu seorang laki-laki yang terjaga maka dia tidak akan mengetahui apa yang diinfak oleh tangan kanan karena saking disembunyikannya.” (Al-Minhaj 7/122), hal ini juga sebagaimana penjelasan Ibnu Hajr (Al-Fath 2/191).

(Sumber : dari berbagai situs)

Arena Sport 1

MotoGp Delta